BARAKPOST.CO //Jakarta -Pemerintah membantah keras anggapan bahwa anggaran pendidikan berkurang akibat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Widjaya menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak ada pemangkasan anggaran pendidikan maupun program strategis di sektor tersebut yang terganggu akibat MBG.
“Program strategis di sektor pendidikan tidak ada yang berkurang atau mangkrak,” tegas Teddy.
Menurutnya, tidak ada sekolah yang terbengkalai maupun guru yang terabaikan karena pengalokasian dana untuk program MBG. Pemerintah tetap menjaga komitmen terhadap penguatan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan nasional.
Teddy bahkan menyebut, pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pendidikan justru mendapatkan berbagai program tambahan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pemerataan akses bagi masyarakat.
Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan MBG tidak mengganggu alokasi anggaran pendidikan yang telah dirancang dalam APBN. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait sumber pendanaan program tersebut.
Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi, terutama bagi peserta didik. Pemerintah meyakini peningkatan asupan gizi akan berdampak positif terhadap proses belajar dan kualitas sumber daya manusia ke depan.
(Red-Arief)







