BARAKPOST.CO || Negara Batin, Lampung Timur — 13 Agustus 2026 — Keterbatasan akses terhadap sumber air masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Negara Batin. Kondisi tersebut mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan edukasi dan pemetaan potensi air tanah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai keberadaan sumber air bawah permukaan.
Kegiatan dengan judul “PKM Edukasi Masyarakat Negara Batin Mengenai Pemetaan Distribusi Akuifer Air Tanah untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan” diketuai oleh Dr. Rizka, S.T., M.T., dengan anggota Dr. Mokhammad Puput Erlangga, S.Si., M.T. dan Ahmad Faisol, S.E., M.M. Kegiatan juga melibatkan beberapa mahasiswa dalam pelaksanaan di lapangan. Kegiatan PkM ini merupakan hibah BIMA dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 20026 skema pemberdayaan berbasis masyarakat (PBM) khususnya Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Kegiatan PkM dilaksanakan secara bertahap sejak April 2026. Tahap awal berupa survei kondisi dan kebutuhan masyarakat dilakukan pada April. Selanjutnya, pada Juni 2026, tim melakukan pengukuran menggunakan metode geolistrik dan Active Digital Magnetotelluric (ADMT) untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan dan mengidentifikasi zona yang berpotensi mengandung air tanah.
“Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Kami ingin membantu memberikan informasi mengenai kondisi bawah permukaan sehingga pencarian sumber air tidak hanya dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi juga didukung oleh hasil pengukuran geofisika,” ujar Ketua Tim PkM, Dr. Rizka.
Menurutnya, informasi mengenai keberadaan dan distribusi akuifer penting bagi masyarakat karena air tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan pertanian.
“Bagi masyarakat, persoalan air bukan hanya mengenai pertanian. Air dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami berharap hasil pemetaan ini dapat menjadi informasi awal bagi masyarakat dalam mengenali potensi sumber air di wilayah mereka,” lanjutnya.
Menggunakan Dua Metode Geofisika
Pengukuran geolistrik dan ADMT dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik bawah permukaan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan diinterpretasikan untuk membantu menentukan zona yang memiliki potensi keberadaan air tanah.
Pendekatan tersebut dilakukan sebelum pengeboran agar lokasi yang dipilih memiliki dasar informasi bawah permukaan. Hasil interpretasi bukan merupakan jaminan bahwa suatu zona pasti merupakan akuifer, tetapi menjadi informasi awal yang dapat digunakan untuk menentukan lokasi pengeboran secara lebih terarah.

Sosialisasi Hasil kepada Masyarakat
Setelah melalui tahapan survei dan pengukuran, tim melaksanakan sosialisasi hasil PkM kepada masyarakat Desa Negara Batin pada 13 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan konsep air tanah dan akuifer serta hasil pemetaan kondisi bawah permukaan di wilayah mereka.
Hasil pemetaan ditampilkan dalam bentuk penampang dan media visual sehingga masyarakat dapat lebih mudah memahami gambaran kondisi bawah permukaan. Sosialisasi juga menjadi ruang diskusi antara tim PkM dan masyarakat mengenai kebutuhan air serta pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.
Dr. Rizka menjelaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dari kegiatan karena pemanfaatan sumber daya air tidak hanya membutuhkan informasi mengenai lokasi sumber air, tetapi juga pemahaman masyarakat mengenai pengelolaannya.
“Kami tidak hanya melakukan pengukuran dan memberikan hasil peta kepada masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah memberikan pemahaman agar masyarakat dapat membaca informasi tersebut dan memahami pentingnya menjaga sumber daya air,” jelasnya.
Dilanjutkan dengan Pengeboran
Pada hari yang sama, 13 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pengeboran sumur air pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei dan interpretasi data geofisika.
Pengeboran merupakan tahapan lanjutan untuk menguji kondisi bawah permukaan yang telah dipetakan melalui metode geofisika. Dengan demikian, rangkaian kegiatan PkM mencakup proses yang terintegrasi, mulai dari survei awal, pengukuran geofisika, interpretasi data, edukasi masyarakat, hingga pengeboran.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung maupun jangka panjang bagi masyarakat Desa Negara Batin. Informasi mengenai potensi air tanah dapat menjadi salah satu dasar dalam mempertimbangkan pemanfaatan sumber air untuk kebutuhan masyarakat dan mendukung kegiatan pertanian.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada pemetaan dan pengeboran. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan air yang lebih baik dan berkelanjutan, sehingga ketersediaan air dapat mendukung kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan di Desa Negara Batin,” tutup Dr. Rizka.
(red—Arief)










