BARAKPOST.CO || LAMPUNG TIMUR — Lelah menanti janji dan perhatian pemerintah daerah yang tak kunjung terealisasi, warga Dusun V, Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mengambil alih peran negara. Tanpa menunggu iktikad baik dari pejabat berwenang, masyarakat beramai-ramai menggalang dana swadaya untuk merenovasi akses jalan di wilayah mereka yang telah lama rusak parah 11/10/2926.
Aksi gotong royong ini lahir dari rasa keputusasaan sekaligus bentuk kritik terbuka terhadap kinerja pemerintah yang terkesan abai. Jalan yang seharusnya menjadi sarana vital penggerak ekonomi dan lalu lintas harian warga justru dibiarkan terbengkalai, memaksa masyarakat merogoh kocek pribadi demi menghadirkan akses transportasi yang aman dan layak dilalui.
Inisiatif penggalangan dana ini murni didasari oleh kerinduan mendalam warga akan infrastruktur yang memadai. Mengingat mobilitas harian dan aktivitas perekonomian lokal sangat bergantung pada kondisi jalan, masyarakat memilih saling bahu-membahu menutupi kelalaian pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik dasar.
Kepala Desa Sripendowo, Purn TNI Suyoto, menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sebagai aksi sementara. Ia menyatakan bahwa pihak desa bersama warga berkomitmen untuk terus memperbaiki seluruh ruas jalan yang rusak di wilayah mereka secara bertahap menggunakan dana swadaya masyarakat.
”Warga akan terus memperbaiki semua jalan di desa menggunakan dana swadaya secara bertahap,” ujar Suyoto, menegaskan kemandirian warganya di tengah minimnya kehadiran bantuan dan keberpihakan dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, kesadaran dan kerja keras masyarakat telah membuahkan hasil nyata. Dari total 110 ruas jalan perempatan yang ada di Desa Sripendowo, sebanyak 80 ruas jalan di antaranya telah berhasil diperbaiki dan direalisasikan murni dari keringat serta partisipasi warga.
Angka pencapaian tersebut secara tidak langsung menelanjangi keterlambatan serta ketidakmampuan birokrasi pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat desa. Ketika anggaran publik seharusnya dialokasikan untuk pembangunan merata, masyarakat justru harus menanggung sendiri beban pembangunan infrastruktur dasar.
Kendati demikian, Suyoto tidak menampik bahwa keterbatasan dana swadaya menjadi tantangan besar. Pihaknya mengakui belum mampu merambah dan menyelesaikan seluruh titik perbaikan jalan di desa tersebut dalam waktu singkat karena anggaran yang dikumpulkan murni mengandalkan kemampuan ekonomi warga.
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi jajaran pemerintah daerah yang kerap mengagungkan program pembangunan, namun kenyataannya membiarkan desa-desa berjuang sendirian. Pengabaian terhadap akses jalan di Desa Sripendowo mencerminkan ketimpangan pembangunan yang masih nyata di Kabupaten Lampung Timur.
Meski harus merogoh kantong sendiri di tengah situasi ekonomi yang sulit, Suyoto memastikan semangat gotong royong warga tidak akan padam. Ia dan seluruh masyarakat Desa Sripendowo telah sepakat untuk terus bersatu membangun desa mereka demi masa depan yang lebih baik, terlepas dari ada atau tidaknya perhatian dari pemerintah.pungkasnya.
(Muhklasin)
BARAKPOST.CO || LAMPUNG TIMUR — Dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-81, Kodim 0429/Lamtim menggelar Car Free Day (CFD) dan Bakti Kesehatan, bertempat di halaman Pemda Lampung Timur, Minggu...
Read moreDetails










