BARAKPOST.CO || LAMPUNG TIMUR — Kabar baik menghampiri warga di wilayah Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Proyek perbaikan dan peningkatan kualitas Jalan Raja Basa yang awalnya dikerjakan secara mandiri oleh PT Great Giant Pineapple (GGP) Plantation Group 4 (PG 4) kini resmi mendapatkan dukungan penuh serta perpanjangan jangkauan penanganan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dukungan strategis dari pihak kementerian tersebut memperluas cakupan penanganan infrastruktur jalan hingga menjangkau Desa Plang Ijo. Desa ini memiliki peran krusial karena berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), sehingga aksesibilitas wilayah tersebut menjadi prioritas utama penataan.
Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh manajemen perusahaan maupun masyarakat setempat. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah ini diproyeksikan mampu memberikan dorongan signifikan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur transportasi darat di kawasan Lampung Timur.
Seluruh target pengerjaan fisik jalan tersebut diproyeksikan rampung sepenuhnya pada 15 Oktober 2026 mendatang. Keberadaan akses jalan yang memadai ini nantinya diharapkan mampu mempermudah serta memperlancar mobilitas masyarakat pengguna jalan dalam menjalankan aktivitas perekonomian harian.
Keterlibatan aktif Kementerian PU dalam proyek ini turut memberikan keleluasaan bagi PT GGP PG 4 untuk melakukan optimasi sumber daya. Pihak perusahaan kini dapat mengalihkan serta mengkonversi alokasi perbaikan untuk memfokuskan perataan dan peningkatan kualitas di sepanjang area jalur Delmonte.
Mewakili manajemen perusahaan, Kepala Bagian Legal dan CSR PT GGP PG 4, Anang Urbananto, memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan proyek tersebut kepada media. Ia mengonfirmasi adanya penyesuaian teknis yang disepakati bersama pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Anang mengungkapkan bahwa masuknya Kementerian PUPR membawa perubahan spesifikasi teknis pada konstruksi jalan Raja Basa. Proyek yang semula direncanakan menggunakan konstruksi rigid concrete (beton semen) kini dialihkan menggunakan spesifikasi aspal hotmix.
Perubahan material dan metode konstruksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Keputusan penyesuaian diambil guna menyikapi agenda penting nasional, yaitu rencana agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia (RI-1) ke wilayah setempat dalam waktu dekat.
Penerapan konstruksi aspal hotmix dua lapis dinilai menjadi solusi paling presisi dan efektif. Metode ini memungkinkan percepatan waktu pengerjaan tanpa mengabaikan standar mutu, sehingga fisik jalan siap digunakan tepat waktu sebelum kedatangan rombongan presiden.
Berdasarkan target yang telah ditetapkan, seluruh proses pengaspalan dan penyelesaian akhir jalan diproyeksikan tuntas pada H-7 sebelum kunjungan kerja RI-1 berlangsung. Kecepatan serta ketepatan waktu menjadi kunci utama penanganan proyek infrastruktur darurat ini.
Melalui kemitraan yang solid ini, efisiensi pengerjaan dapat tercapai dengan maksimal. Perpaduan antara sumber daya swasta dan komitmen pemerintah terbukti mampu menyelesaikan tantangan infrastruktur daerah secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Mengakhiri keterangannya, Anang Urbananto menyampaikan harapan besar agar pola kolaborasi positif antara PT GGP PG 4 dan pemerintah dapat terus dipertahankan. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar secara jangka panjang pungkasnya.
(Muhklasin)
BARAKPOST.CO || LAMPUNG SELATAN — Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menekankan pentingnya kepekaan prajurit dalam membaca perkembangan situasi wilayah serta dukungan keluarga dalam...
Read moreDetails










