BARAKPOST.CO || Lampung Selatan – Aksi sejumlah wisatawan yang nekat menginjakkan kaki di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menjadi sorotan publik setelah video dan foto mereka beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para wisatawan terlihat berjalan di kawasan gunung api aktif, bahkan berswafoto di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas pengunjung.

(Sumber foto : Deny Mardiono PVMBG Pesauran, Banten)
Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya sekaligus melanggar imbauan pemerintah. Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang aktivitas vulkaniknya terus dipantau oleh petugas. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki telah berulang kali diingatkan untuk tidak mendekati kawasan gunung sesuai radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Meski berbagai peringatan telah dipasang dan sosialisasi terus dilakukan, masih ada oknum wisatawan yang nekat mendarat di kawasan Gunung Anak Krakatau. Diduga, sebagian dari mereka sengaja memasuki area terlarang demi mendapatkan foto maupun konten media sosial.
Perilaku tersebut menuai kritik karena tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga berpotensi menyulitkan petugas apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat yang memerlukan operasi penyelamatan.
Masyarakat berharap pengawasan di kawasan konservasi Gunung Anak Krakatau dapat diperketat, termasuk terhadap kapal wisata open trip yang membawa penumpang hingga mendekati kawasan terlarang. Selain penegakan aturan, edukasi kepada wisatawan juga dinilai penting agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam aktivitas wisata.
Pihak berwenang kembali mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku wisata agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta tidak memasuki kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa izin. Mengabaikan larangan demi mengejar sensasi atau konten media sosial dapat berakibat fatal mengingat status gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
(red—Arief)










