BARAKPOST.CO || Pesawaran, 27 Juli 2026 – Operasi pencarian terhadap Radit Setiawan (18), anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan di perairan sekitar Pulau Kelagian, Kabupaten Pesawaran, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan hingga memasuki hari ketiga operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos., menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima dari nahkoda kapal pada Minggu (26/7) sekitar pukul 21.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Lampung langsung mengerahkan Tim Rescue menggunakan RIB 03 menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan.
“Begitu menerima informasi, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan. Hingga hari kedua operasi, pencarian masih terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada,” ujar Deden.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika kapal nelayan dalam perjalanan kembali menuju Telukbetung. Rekan korban melihat Radit terjatuh ke laut dan langsung meminta nahkoda memutar haluan guna melakukan pencarian. Namun, korban telah hilang dari permukaan air. Sejumlah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu melakukan pencarian, namun hingga kini hasilnya masih nihil.
Memasuki hari kedua operasi, Senin (27/7), Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing dan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi kejadian. Pencarian dilakukan menggunakan RIB 03 dengan penyisiran di sekitar titik dugaan korban terjatuh. Setelah sempat dihentikan sementara pada siang hari, operasi kembali dilanjutkan pukul 13.45 WIB dengan memperluas area pencarian hingga sekitar 25,5 mil laut. Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, korban masih belum ditemukan.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) turut ambil bagian sebagai bagian dari unsur SAR gabungan. Personel FRRL, Daniel, bergabung bersama tim di lapangan dan bermalam di Posko Tanjung Putus guna memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung kelanjutan operasi pencarian yang akan kembali dilaksanakan pada Selasa pagi.
Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, Aris Gibrant, menyampaikan bahwa kehadiran relawan merupakan bentuk komitmen kemanusiaan dalam mendukung tugas-tugas pencarian dan pertolongan.
“Forum Rescue Relawan Lampung selalu siap bersinergi dengan Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan dalam setiap operasi kemanusiaan. Keselamatan jiwa manusia adalah prioritas utama. Kami berharap korban dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian. Kepada seluruh relawan yang bertugas, kami juga mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan personel selama proses pencarian berlangsung,” ujar Aris Gibrant.
Ia juga mengapresiasi soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam operasi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, nelayan, masyarakat, hingga para relawan yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi memberikan harapan bagi keluarga korban.
Operasi pencarian melibatkan personel dari Basarnas Lampung, Lanal Lampung, Mabes Polairud, Direktorat Polairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Pesawaran, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim SAR gabungan didukung berbagai peralatan, di antaranya RIB 03, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), perlengkapan selam, alat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
Sesuai rencana operasi, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Basarnas Lampung juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Perairan Pulau Kelagian, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban melalui Call Center Basarnas 115 atau 0812-8004-8006.
Seluruh unsur SAR gabungan berharap upaya pencarian yang terus dilakukan dapat segera membuahkan hasil sehingga korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
(red—Arief)










