BARAKPOST.CO || Metro – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga dimulai dengan membangun kedekatan sosial dan kepercayaan masyarakat. Semangat tersebut ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 22 Universitas Malahayati yang menggelar nonton bersama (nobar) film animasi Jumbo sekaligus sosialisasi program kerja di RW 05 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, pada Minggu malam (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa dalam membangun komunikasi yang inklusif dengan masyarakat setelah menyelesaikan observasi lapangan selama satu pekan. Selama proses observasi, mahasiswa melakukan pemetaan kondisi sosial, potensi wilayah, serta berbagai kebutuhan masyarakat yang nantinya menjadi dasar penyusunan program kerja selama pelaksanaan KKL-PPM.
Alih-alih langsung menjalankan program, Kelompok 22 memilih menghadirkan ruang kebersamaan melalui pemutaran film Jumbo, sebuah film animasi karya anak bangsa yang sarat dengan pesan tentang keberanian, persahabatan, empati, dan kepercayaan diri. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi media pendekatan sosial yang mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sejak awal masa pengabdian.
Antusiasme warga, khususnya anak-anak dan para orang tua, terlihat sejak awal kegiatan. Suasana hangat dan penuh keakraban menjadi gambaran bahwa ruang-ruang kebersamaan di tengah masyarakat masih memiliki tempat yang penting sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial.
Usai pemutaran film, mahasiswa memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama KKL-PPM. Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat sekaligus mengajak warga menjadi bagian dari setiap kegiatan yang akan dijalankan. Dengan pendekatan partisipatif, program KKL-PPM diharapkan tidak hanya menjadi agenda mahasiswa, tetapi juga lahir dari kebutuhan riil masyarakat.
Lurah Kelurahan Yosomulyo, Eko Triono, S.KM., memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menghidupkan kembali budaya kebersamaan yang mulai memudar di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial.
“Kegiatan nonton bersama film Jumbo yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKL-PPM ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial di masyarakat. Di samping itu, film ini memiliki nilai edukatif bagi anak-anak dalam menanamkan nilai keberanian dan persahabatan. Kegiatan seperti ini juga memperkenalkan kembali budaya nonton bersama yang saat ini mulai jarang ditemukan di kalangan generasi milenial dan Generasi Z,” ujar Eko Triono.
Sementara itu, Ketua Kelompok 22 KKL-PPM Universitas Malahayati, Kanjeng Wijaya, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya untuk melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar bersama masyarakat dalam menciptakan perubahan yang bermanfaat.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas amanah yang diberikan untuk dapat terjun langsung ke tengah masyarakat dalam rangka pelaksanaan KKL-PPM, khususnya di Kelurahan Yosomulyo RW 05. Kami berharap kehadiran kelompok kami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan terjalin hubungan kekeluargaan. Kegiatan nonton bersama film Jumbo ini kami harapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kedekatan emosional dan silaturahmi antara mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati dengan warga,” ungkap Kanjeng Wijaya.
Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, partisipasi, dan kolaborasi, KKL-PPM Kelompok 22 Universitas Malahayati berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, tetapi mampu memperkuat kohesi sosial dan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi mitra pembangunan di tingkat lokal, yang bersama warga mampu melahirkan inovasi, memberdayakan potensi yang ada, serta menghadirkan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat RW 05 Kelurahan Yosomulyo.
Versi ini menggunakan gaya jurnalistik yang lebih kuat dengan lead yang lebih menarik, alur berita yang lebih mengalir, serta penutup yang lebih progresif dengan menekankan kolaborasi, pemberdayaan, dan dampak sosial, tanpa mengurangi objektivitas pemberitaan.
(red—Arief)










