BARAKPOST.CO || LAMPUNG TIMUR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Lampung Utara menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Tahun 2026 di Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Yoez Homestay, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mulai pukul 07.30 WIB tersebut mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini diikuti sebanyak 55 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan elemen masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, sehingga dapat memperluas jangkauan edukasi kebencanaan serta memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan.

Pembukaan melalui Zoom Meeting dilakukan langsung oleh Direktur Seismologi Teknik, Geopotensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M.
Sejumlah Pejabat Hadir
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait, baik secara langsung maupun secara daring, di antaranya:
- Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M., Direktur Seismologi Teknik, Geopotensial, dan Tanda Waktu.
- Mohammad Ridwan, S.H., M.H., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Timur.
- Litman, S.T., M.Ling., Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara.
- Peltu Agung GD, Bintara Administrasi Komunikasi Sosial Koramil 429-10/Labuhan Maringgai.
- Setyo Cipto, S.Pd., Camat Labuhan Maringgai.
- Ana Oktavia, S.Si., M.Si., Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Tangerang Selatan, hadir secara online.
- Nanang Buchori, SP, M.Si., Koordinator BMKG Provinsi Lampung.
- Kepala Stasiun Klimatologi Pesawaran
- Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Panjang
- Kepala UPT Geofisika seluruh Indonesia, yang mengikuti kegiatan secara online.
Dalam kegiatan tersebut, BMKG memberikan edukasi mengenai potensi gempa bumi dan tsunami, mitigasi bencana, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, tindakan cepat saat terjadi bencana, serta pemahaman jalur dan lokasi evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Timur Mohammad Ridwan, S.H., M.H., yang mewakili Bupati Lampung Timur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Ridwan, kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Karena itu, peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi agen penyampai informasi kepada keluarga, lingkungan, sekolah, komunitas, maupun masyarakat di wilayah masing-masing.
“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui tentang kebencanaan dan tsunami, semakin mudah pula kita berkoordinasi dalam rangka edukasi dan kesiapsiagaan bencana,” ujar Ridwan.
Ia juga mendorong peserta dari unsur pendidikan untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh melalui edukasi dan simulasi kebencanaan di sekolah, sehingga para siswa memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan yang melibatkan 55 peserta tersebut, BMKG berharap edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat jejaring kesiapsiagaan di Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya bersama untuk membangun masyarakat yang paham terhadap potensi bencana, mengetahui langkah evakuasi, serta mampu merespons secara cepat dan tepat apabila terjadi gempa bumi maupun tsunami.
(red—Arief)










